Showing posts with label Bab 7. Memeriksa Bahan Dilapangan. Show all posts
Showing posts with label Bab 7. Memeriksa Bahan Dilapangan. Show all posts

Monday, February 21, 2011

> Memeriksa Material Agregat Halus dan Kasar

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Agregat adalah butir-butiran mineral yang bila dicampur dengan
semen portland akan menghasilkan beton. Dilihat dari asal bahan, agregat
terdiri dari dua macam, yaitu agregat batuan alam dan agregat buatan.
Untuk agregat batuan alam, berdasarkan ukurannya terbagi 2 macam,
yaitu agregat halus (pasir) dan agregat kasar (krikil atau kricak/batu pecah).

Di dalam beton, agregat merupakan bahan pengisi yang netral
dengan komposisi 70-75% dari masa beton. Tujuan penggunaan agregat
di dalam adukan beton adalaj;
1. Menghemat penggunaan semen portland.
2. Menghasilkan kekuatan besar pada beton.
3. Mengurangi penyusutan pada pengerasan beton.
4. Dengan gradasi agregat yang baik dapat tercapai beton padat.
5. Sifat dapat dikerjakan (workability) dapat diperiksa pada adukan
beton dengan gradasi yang baik.

Sifat dapat dikerjakan dari adukan beton dapat diusahakan
dengan mengatur gradasi dari agregat. Gradasi agregat yang baik akan
menghasilkan beton padat. Susunan beton padat akan menghasilkan
kekuatan besar pada beton. Agregat yang baik harus keras, kuat dan ulet.
Kekuatannya melebihi kekuatan pasta semen yang telah mengeras.

Agregat mengandung pori-pori tertutup tetapi tidak menambah sifat
tembus air betonnya. Semakin banyak agregat di dalam beton semakin
berkurang susut beton di dalam proses pengerasan.
Read More - > Memeriksa Material Agregat Halus dan Kasar

> Agregat Halus (Pasir)

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Pasir adalah bahan batuan halus, terdiri dari butiran dengan ukuran
0,14-5 mm, didapat dari basil desintegrasi batuan alam (natural sand)
atau dengan memecah (artificial sand).

Sebagai bahan adukan, baik untuk spesi maupun beton, maka
agregat halus harus diperiksa secara lapangan. Hal-hal yang dapat
dilakukan dalam pemeriksaan agregat halus di lapangan adalah;
a. Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras. Butir agregat
halus harus bersifat kekal, arlinya tidak pecah atau hancur oleh
pengaruh-pengaruh cuaca.

b. Agregat halus tidak mengandung lumpur lebih dari 5%
(ditentukan terhadap berat kering). Apabila kadar lumpur
melampaui 5%, maka agregat halus harus dicuci.

c. Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organik terlalu
banyak, hal tersebut dapat diamati dari warna agregat halus.

d. Agregat yang berasal dari laut tidak boleh digunakan sebagai agregat
halus untuk semua adukan spesi dan beton.
Read More - > Agregat Halus (Pasir)

> Memeriksa Material Semen

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Semen portland (PC) sebagai komponen beton atau berfungsi
sebagai bahan pengikat anorganik secara umum sifat utamanya adalah
mengikat dengan adanya air dan mengeras secara hidrolik. Semen
portland merupakan bahan bubukan halus, butirnya sekitar 0,05 mm
dan pada hakekatnya terdiri dari hablur-hablur senyawa yang
kornpleks. Bahan baku semen sangat tergantung pada kadar bahan
asli yang terdapat di daerah tertentu.

Untuk konstruksi bangunan sederhana, pemeriksaan semen di
lapangan sangat jarang dilakukan, karena semen portland yang beredar
di pasaran sudah dinyatakan layak pakai oleh badan yang berwenang.

Beberapa pemeriksaan semen di lapangan diantaranya adalah;

1. Pengujian Pengikatan Awal dengan Kuku
Cara pengujiannya adalah sebagai berikut;
a. 100 gram semen portland dicampur dengan air sebanyak 25-30
gram, diaduk selama 3 menit sampai menjadi adonan yang tegar.
Adukan tadi kemudian di dibuat dalam bentuk kue di atas pelat
kaca dengan garis tengah 10 cm dan tinggi di tengahnya 1,5 cm
menipis ke tepinya.

b. Dengan kuku tangan atau pisau kecil dari waktu ke waktu dibuat
goresan pada adonan tersebut. Bila goresan tetap ada, (tidak
menutup kembali),maka dianggap bahwa ikatan mulai terjadi.
Akhir ikatan dicapai bila dengan tekanan ringan sudah tidak
didapatkan goresan yang dalam.

2. Pengujian Kekelan Bentuk dengan Pembakaran Bola

Caranya pengujiannya adalah sebagai berikut;
a. 100 grm semen portland diaduk dengan air sebanyak 20 gram.
Dengan telapak tangan selama 5 menit dibuat menjadi bola.
Jumlah air yang dianggap tepat bila bola tersebut agak lembab
dan kalau sedikit ditekan terjadi sedikit perubahan bentuk tanpa
menjadi hancur. Kelebihan air dapat dihilangkan dengan menggulirgulir
bola semen tersebut di atas sehelai kertas penghisap. Bola
tersebut diletakkan di atas sebuah pelat baja dan dipanasi
dengan kompor pembakar. Pemanasan harus berjalan secara
bertahap, sehingga dalam waktu setengah jam nyala apin
mengenai pelat baja tersebut.

b. Pengujian dihentikan bila sebuah cermin kaca diletakkan di atas
bola semen tersebut tidak lagi berkabut karena embun. Kalau bola
tersebut ternyata penuh dengan retak-retak dan pemuaianpemuaian,
maka semen tidak memiliki kekekalan bentuk yang
baik.


Read More - > Memeriksa Material Semen

> Agregat Kasar (Krikil/Batu Pecah)

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Agregat kasar dibedakan atas 2 macam, yaitu krikil (dari batuan alam)
dan kricak (dari batuan alam yang dipecah). Menurut asalnya krikil
dapat dibedakan atas; krikil galian, krikil sungai dan krikil pantai. Krikil
galian baisanya mengandung zat-zat seperti tanah liat, debu, pasir dan
zat-zat organik.
Krikil sungai dan krikil pantai biasanya bebas dari zatzat
yang tercampur, permukaannya licin dan bentuknya lebih bulat. Hal ini
disebabkan karena pengaruh air. Butir-butir krikil alam yang kasar akan
menjamin pengikatan adukan lebih baik.

Batu pecah (kricak) adalah agregat kasar yang diperoleh dari batu alam
yang dipecah, berukuran 5-70 mm. Panggilingan/pemecahan biasanya
dilakukan dengan mesin pemecah batu (Jaw breaker/ crusher).
Menurut ukurannya, krikil/kricak dapat dibedakan atas;
a. Ukuran butir : 5 - 1 0 mm disebut krikil/kricak halus,
b. Ukuran butir : 10-20 mm disebut krikil/kricak sedang,
c. Ukuran butir : 20-40 mm disebut krikil/kricak kasar,
d. Ukuran butir : 40-70 mm disebut krikil/kricak kasar sekali.
e. Ukuran butir >70 mm digunakan untuk konstruksi beton siklop
(cyclopen concreten).

Pada umumnya yang dimaksud dengan agregat kasar adalah agregat
dengan besar butir lebih dari 5 mm.
Sebagai bahan adukan beton, maka agregat kasar harus diperiksa
secara lapangan.

Hal-hal yang dapat dilakukan dalam pemeriksaan
agregat halus di lapangan adalah;

a. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori.
Agregat kasar yang mengandung butir-butir pipih hanya dapat
dipakai, apabila jumlah butir-butir pipih tersebut tidak melebihi 20%
dari berat agregat seluruhnya. Butir-butir agregat kasar harus bersifat
kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh
cuaca.

b. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1%
(ditentukan terhadap berat kering). Apabila kadar lumpur
melampaui 1%, maka agregat kasar harus dicuci.

c. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat
merusak beton, seperti zat-zat yang relatif alkali.

d. Besar butir agregat maksimum tidak boleh lebih dari pada 1/5 jarak
terkecil antara bidang-bidang samping cetakan, 1/3 dari tebal pelat
atau 3/4 dari jarak bersih minimum batang-batang tulangan.
Read More - > Agregat Kasar (Krikil/Batu Pecah)
back to top