Showing posts with label Kaidah Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Kaidah Bahasa. Show all posts

Wednesday, May 5, 2010

Kata Serapan

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Kita mengenal kata kreatif yang diserap dari kata creative. Akhiran -ive atau -ief (Belanda) memang disesuaikan menjadi -if sehingga terbentuklah kata-kata serapan seperti kreatif, demonstratif, aktif, dan selektif.  Setelah diserap, kata-kata tersebut dapat kita beri imbuhan menjadi kekreatifan, pengaktifan, dan lain-lain.  

Namun, ketika menyerap sebuah istilah asing yang berakhiran, kita harus menyerap akhiran pada kata tersebut sebagai bagian kata yang utuh di dalam bahasa Indonesia.  

Dengan demikian kata creativity akan kita serap menjadi kreativitas, bukan kreatifitas (unsur v tetap diserap menjadi v dan akhiran -ty menjadi -tas).
Read More - Kata Serapan

Kata Tidak Logis

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Mungkin Anda pernah mendengar kalimat berikut dalam sebuah diskusi atau pertemuan. Acara selanjutnya adalah sambutan dari ketua panitia. 
Waktu dan tempat kami persilakan.  Kalimat waktu dan tempat kami persilakan termasuk kalimat yang tidak logis karena kalimat ini tidak dapat diterima akal yang sehat. Padahal, yang harus memberikan sambutan adalah ketua panitia. 

Apakah betul waktu dan tempat dapat memberikan sambutan?  Dalam kalimat sebelumnya, jelas bahwa yang akan memberikan sambutan adalah sang ketua panitia, bukan waktu dan tempat. 

Akan tetapi, dalam kalimat selanjutnya jalan pikiran pembawa acara tergelincir, yakni dengan mempersilakan waktu dan tempat.  Dalam hal ini, seolah-olah yang diundangkan untuk datang ke mimbar pertemuan itu adalah waktu dan tempat. Kalimat yang bernalar dari ucapan pembawa acara adalah sebagai berikut. 

Acara selanjutnya adalah sambutan dari ketua panitia; ketua panitia kami persilakan.  Jika Anda ingin lebih memahami tentang beberapa kesalahan penggunaan bahasa dan pemecahannya, Anda dapat membaca buku 1001 Kesalahan Berbahasa yang ditulis oleh E. Zainal Arifin dan Farid Hadi.
Read More - Kata Tidak Logis

Kalimat Tidak Efektif

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Perhatikanlah kalimat berikut.  
… Dia meminta kepada masyarakat yang melakukan penebangan kayu secara liar agar supaya segera menghentikannyakegiatan tersebut. 

Kembali ke sawah, rawat, pelihara, dan remajakan kebun.  Dalam kalimat tersebut ada kata yang dianggap tidak hemat, yaitu agar supaya. 

Masih banyak kata atau frasa lain yang sering kita gunakan tanpa mempertimbangkan aspek kehematan. Berikut adalah daftar kata atau frasa yang sering dipakai tidak hemat, tetapi banyak dijumpai penggunaannya.
Read More - Kalimat Tidak Efektif

Ejaan Yang Disempurnakan

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, yakni Ejaan Republik. 

Pada 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri Saleh.  
Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan.  

Pada tanggal 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).  

Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul “Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas.  

Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah”.  Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai informasi tersebut, Anda dapat mengakses situs www.id.wikipedia.org.
Read More - Ejaan Yang Disempurnakan

Kata Ulang

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Kata yang dimiringkan (sehari-hari) termasuk kata ulang. Anda dapat menggunakan kata ulang dalam tulisan paragraf naratif yang Anda tulis. Proses pengulangan atau reduplikasi ialah pengulangan satuan gramatik baik seluruhnya maupun sebagiannya.  

Dalam hal ini ada yang berupa variasi fonem ataupun tidak. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang. Setiap kata ulang memiliki bentuk dasar, contohnya kata ulang berjalanjalan dibentuk dari kata dasar berjalan. Adapun kata sia-sia, alun-alun, mondar-mandir, dan compang-camping tidak digolongkan kata ulang karena sebenarnya tidak ada satuan yang diulang. 

1. Cara menentukan bentuk dasar kata ulang 
a. Sebagian kata ulang dengan mudah dapat ditentukan bentuk dasarnya misalnya, rumah-rumah bentuk dasarnya rumah. 
b. Pengulangan pada umumnya tidak mengubah golongan kata. Misalnya, bentuk dasar kata ulang benda menjadi kata benda. contoh: sekolah sekolah-sekolah 
c. Bentuk dasar selalu berupa satuan yang terdapat dalam penggunaan bahasa. Misalnya, bentuk ulang memperkata- katakan bentuk dasarnya memperkatakan bukan memperkata.  

2. Macam-macam pengulangan 
a. Pengulangan seluruh, yaitu pengulangan bentuk dasar tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, misalnya: buku buku-buku  
b. Pengulangan sebagian, yaitu pengulangan bentuk dasarnya secara sebagian, misalnya: membaca membaca-baca  ditarik ditarik-tarik  berjalan berjalan-jalan berlarian berlari-larian  

c. Pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. Dalam golongan ini, bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, misalnya menghubung-hubungkan, memata-matai.  

d. Pengulangan dengan perubahan fonem misalnya: gerak gerak-gerik lauk lauk-pauk sayur sayur-mayur
Read More - Kata Ulang
back to top